Pada Tanggal 15 Juni 2009 yang lalu, saya didiagnosa mengalami insomnia stadium awal. Namanya juga stadium awal ya pasti masih tahap yang ringan begitu deh… Awal mula pada minggu malam saya merasa gak ngantuk-ngantuk, padahal minggu siangnya saya liat pameran di java Mall. Di tempat tidur, sulit sekali mata ini terpejam, saya sampai SMSan ma temen-temen yang belum tidur. Karena belum tidur-tidur juga padahal jam sudah menunjukkan jam 2 pagi, saya bangun bikin mie dan makan coklat, ya sapa tau aja dengan perut kenyang bisa tidur. Eh, masih gak bisa tidur. Jam 4 pagi, saya persiapan mo berangkat kerja, jam 05.30 berangkat kerja. Nyampe kantor pun gak merasa ngantuk juga padahal temen kantor memainkan lagu nostalgia lawas yang menurutku juga bisa buat orang yang mendengarkan mengantuk.
Dari peristiwa tersebut, apa sih sebenarnya insomnia itu?
ISTILAH insomnia dikenal orang awam sebagai tidak bisa tidur. Artinya, waktu tidur berkurang secara kualitas maupun kuantitas. Mata terasa ingin melek terus. Padahal, tubuh sudah sangat mengantuk dan lelah. Menurut dr. Nining Febriyana SpKJ, Psikiater RSUD dr Soetomo, ”Kebanyakan, hal tersebut terjadi karena pasien mengalami depresi atau cemas berlebihan.”
Ada gejala lain yang juga disebut insomnia. Yakni, pasien sering tidur, lantas bangun. Hal itu terjadi berulang-ulang. Gejala itu juga dinamakan insomnia. Tapi, penyebabnya berbeda. ”Hal tersebut terjadi karena gangguan di otak seperti peradangan, tumor, dan trauma.” jelasnya.
Gejala insomnia lain, pasien tidur, kemudian bangun lebih awal. Lalu, pasien tak bisa tidur lagi. Tapi, Nining menegaskan, itu tak berlaku bila tidur lebih awal. Misalnya, seseorang biasanya tidur sekitar pukul 22.00, kemudian bangun pukul 05.00. Pada hari lain, dia tidur lebih awal pukul 19.00. Ada kemungkinan, orang tersebut bangun pukul 02.00. ”Insomnia kelompok itu adalah tidur pada jam biasa. Tapi, orang tersebut bangun lebih awal dan tak bisa tidur lagi,” paparnya.
Ada juga pasien yang tak bisa tidur sama sekali. Menurut Nining, ada kemungkinan bahwa pasien itu mengalami gangguan jiwa berat. ”Dalam kondisi tersebut, pasien sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikiater,” katanya.
Sumber: www.jawapos.co.id, Rabu, 24 Juni 2009, hal. 36
Filed under: My Opinian | Tagged: insomnia, tidur | Leave a Comment »